Tips Memilih Produk Perawatan Kulit Bayi yang Sensitif

Kulit bayi sangat lembut dan tipis, sehingga hal ini dapat menyebabkan kulit bayi rentan mengalami iritasi, kekeringan, radang, ruam, dan kulit bayi merah. Namun, Anda tak perlu khawatir karena ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit bayi Anda dari berbagai masalah kulit arlaindofood.co.id/.

Baca dan simak tulisan ini untuk mengetahui penyebab kulit bayi Anda sensitif, cara merawat kulit bayi yang sensitif, hingga pilihan produk bayi yang aman untuk buah hati Anda.
Mengapa kulit bayi sensitif?

Kulit bayi terutama kulit bayi yang baru lahir rentan mengalami masalah kulit karena bayi memiliki kulit yang sensitif. Penyebab kulit bayi sensitif dapat terjadi oleh banyak faktor, yaitu:

makanan
pemakaian popok
penggunaan sabun, sampo, lotion, dan deterjen
air yang kurang bersih
debu dan udara yang kurang bersih
bakteri pada pakaian

Jika kulit bayi Anda terkena penyakit kulit, iritasi, atau kulit bayi merah karena masalah kulit sensitif, maka perlu mengambil tindakan pencegahan agar tidak timbul masalah yang lebih serius pada kulit bayi Anda.

Cara merawat kulit bayi yang sensitif

Untuk mencegah terjadinya kulit bayi merah dan masalah pada kulit bayi sensitif yang rentan mengalami iritasi. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat kulit bayi yang sensitif.
1. Cuci baju bayi

Anda harus selalu mencuci pakaian bayi yang baru sebelum digunakan. Cara ini dapat membantu menghilangkan potensi iritasi yang disebabkan oleh toko atau pabrik yang dapat mengganggu kulit bayi Anda.

Namun, saat mencuci baju bayi sebaiknya gunakan deterjen cair dengan formula yang ringan, hypoallergenic, dan bebas dari pewarna.”Jika menyangkut deterjen bayi, lebih sedikit aroma, lebih sedikit pewarna,” kata Nanette Silverberg, kepala dermatologi anak di New York City.
2. Jangan terlalu sering memandikan bayi

Bayi tidak perlu mandi terlalu sering karena hal ini dapat menghancurkan penghalang kulit, menjadikan kulit bayi kering, dan menghilangkan minyak serta zat lain yang melindungi kulit bayi dari infeksi dan iritasi.

Menurut Karl Neumann dokter anak di Forest Hills Pediatric Associates dan kontributor Kids Travel Doc, sebaiknya bayi mandi dua atau tiga kali seminggu. Selain itu, saat memandikan bayi, jangan gunakan air yang terlalu hangat. Hal ini dapat mempercepat hilangnya kelembaban di lapisan pelindung kulit. Lalu gunakan pembersih yang ringan dan memiliki pH netral.
3. Pilih produk khusus perawatan bayi

Gunakan produk bayi seperti sabun mandi bayi untuk kulit sensitif dan sampo yang khusus diformulasikan untuk bayi, “Sampai bayi berusia sekitar satu tahun,” kata Dr. Neumann.

“Umumnya, produk-produk bayi ‘tidak beracun,’ tidak mengandung atau sedikit pewarna, deodoran, alkohol, dan bahan-bahan lain yang dapat berbahaya bagi kulit bayi Anda,” lanjutnya.

Hindari penggunaan produk orang dewasa pada bayi karena produk orang dewasa dapat merusakan kulit bayi yang tipis, halus, dan rentan iritasi. Ketika Anda bingung mencari produk bayi, sebaiknya Anda melihat label dan memilih produk dengan kandungan bahan kimia paling sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *