Ini Dia Dampak Resesi Ekonomi Bagi UKM Indonesia

By | October 5, 2020

Buka Rekening Online – Resesi ekonomi yang sebelumnya disinyalkan akan terjadi di Indonesia,sudah jelas terlihat.

Hal ini dikarenakan kondisi laju perekonomian Indonesia yang cenderung negatif atau minus dua kuartal berturut-turut.

Pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32 persen.

Bahkan, pada kuartal III 2020 dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi nasional berada di kisaran 0 persen sampai minus 2.

Tentu saja adanya fenomena ini akan menghasilkan dampak bagi masyarakat Indonesia.

Tidak hanya bagi masyarakat secara individu, tetapi juga sektor industri bisnis, khususnya UKM Indonesia.

UKM Indonesia tentu juga akan mengalami dampak resesi ekonomi yang berlangsung.

Seperti yang sudah diketahui bahwa UKM Indonesia, menjadi salah satu sektor penggerak roda perekonomian Indonesia.

Lantas, bagaimana dampak resesi ekonomi bagi mereka? dan bagaimana cara untuk meminimalisir dampak tersebut?

  • Daya Beli Masyarakat Turun

Dampak resesi ekonomi yang akan pertama dirasakan oleh UKM Indonesia adalah menurunnya daya beli konsumen.

Hal ini tentu diakibatkan karena jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pengangguran yang meningkat.

Terlebih lagi, dikeadaan pandemi seperti sekarang, membuat banyak orang akan semakin hemat pada pendapatannya.

Mereka akan jarang melakukan pembelian atau mengonsumsi barang sekunder, atau tersier.

Hal ini tentu saja akan membuat bisnis, kehilangan jumlah konsumen yang signifikan.

Bila tidak diatasi, kerugian usaha bisa jadi sulit untuk dibendung lagi.

  • Penjualan Melambat

Bersambung dengan poin pertama, dampak resesi ekonomi berikutnya adalah penjualan yang menurun.

Adapun, hal ini dikarenakan adanya berkurangnya permintaan konsumen sehingga pertumbuhan bisnis juga melambat.

Nah, saat penjualan berjalan lambat, kemungkinan besar bisnis juga akan berhenti berkembang.

Tanda adanya dampak resesi ekonomi, akan terlihat dalam industri manufaktur.

Biasanya, produsen akan menerima pesanan dalam jumlah besar berbulan-bulan sebelumnya.

Nah, jika pesanan tersebut menurun seiring waktu, begitu pula pekerjaan pabrik.

Ketika produsen berhenti merekrut, di situlah awal mula melambatnya ekonomi lain termasuk UKM Indonesia.

  • Arus Kas Tersendat

Setelah mengalami penurunan penjualan, lantas keadaan keuangan finansial sebuah bisnis juga akan mengalami kontraksi besar.

Arus kas yang sebelumnya lancar akan mulai tersendat.

Biaya produksi sulit untuk dikeluarkan, dan utang akan menjadi pilihan untuk dapat menyelamatkan kelangsungan bisnis.

Bagi UKM Indonesia yang terbilang bukan merupakan bisnis besar, tentu akan sangat menyulitkan.

Sebagai pemilik bisnis UKM, kamu harus memutar beragam cara dan melakukan inovasi untuk bisa menghadapi tantangan bisnis ini.

  • Bisnis Gulung Tikar

Keuangan bisnis atau modal usaha menjadi tantangan besar bagi UKM Indonesia.

Jika modal usaha yang ada kurang, atau tidak bisa membiayai kebutuhan operasional, maka bisnis tidak akan berkembang seperti rencana awal.

Usaha akan berjalan secara stagnan, bahkan cenderung merugi.

Kalau sudah begini, gulung tikar bisa saja terjadi di mobile banking.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *