Cara Membuat Bubur Bayi agar Kandungan Gizinya Tak Berkurang

pelancar asi alami – Si kecil sudah menginjak usia 6 bulan? Berarti ibu harus mulai menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI). Cara membuat bubur bayi tidak rumit. Dengan bahan dan alat sederhana, kamu bisa membuat makanan dengan gizi tinggi asalkan diolah secara benar.

Memberikan MPASI pada anak sebaiknya jangan dibuat rumit. Kamu bisa membuatnya dengan bahan makanan yang mengikuti menu makanan keluarga. Misalnya saja, ketika memasak sayur bayam dan jagung, kamu bisa menghaluskan bahan makanan ini sesuai dengan tekstur si kecil.

Pastikan bubur bayi yang dibuat sudah memenuhi gizi seimbang. Di dalamnya berisi kandungan karbohidrat (nasi, oatmeal, umbi-umbian dan mie), protein hewani (ikan, ayam dan telur), protein nabati (tempe, tahu dan kacang-kacangan) serta vitamin dan serat yang bisa didapatkan dari sayur dan buah.

Berikut ini beberapa tips dan trik dari cara membuat bubur bayi sehat

1. Peralatan yang Sesuai

Ada beberapa alat yang harus dipersiapkan untuk membuat bubur bayi 6 bulan sampai 1 tahun. Kamu bisa menyiapkan blender, panci, saringan atau slow cooker. Pastikan pisau dan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan bayi terpisah dengan talenan yang digunakan sehari-hari. Karena talenan menjadi salah satu media penyebaran kuman paling besar yang bisa saja mengontaminasi makanan.

Meskipun dengan alat berupa saringan, panci, talenan dan pisau saja sudah cukup. Bagi ibu yang bekerja atau ingin lebih praktis, bisa menambahkan blender dan slow cooker. Slow cooker bisa membantu memasak makanan tanpa repot harus diaduk. Cukup masukkan semua bahan dan tunggu hingga makanan matang.

2. Jangan Masak Terlalu Lama

Setiap bahan makanan yang dimasak terlalu lama akan membuat mereka ‘over cook’ dan akhirnya nutrisinya hilang. Misalnya saja seperti sayuran, sebaiknya setelah dicuci diolah dengan cara dikukus, tidak direbus.

Setelah dikukus, sayuran juga bisa dihancurkan dengan saringan atau blender. Hal ini berlaku juga untuk bahan makanan lain seperti daging dan ikan supaya tidak dimasak terlalu lama.

3. Tidak Menggunakan Garam atau Gula

Daripada menambahkan garam dan gula, lebih baik fokus untuk menambahkan bumbu dan rempah sebagai perasa. Bawang putih, bawang merah serta kemiri hingga serai bisa dimanfaatkan untuk menambahkan rasa pada makanan si kecil.

Menurut dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA dari RS Bunda Jakarta, bayi mulai mengenal rasa di usia 7 hingga 8 bulan. Jika anak bisa mengonsumsi makanan tanpa garam ini sangat bagus, namun jika anak justru cenderung susah makan boleh ditambahkan sedikit garam dengan tujuan sebagai penambah rasa saja.

Perlu diingat ya, keju dan mentega (butter) juga mengandung garam sehingga jika sudah ditambahkan jangan diberi garam lagi. Sedangkan untuk gula harus benar-benar dibatasi karena terlalu banyak gula bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *