Emereja.Com

Tips Ringan Bermanfaat

Tapak Tilas Kepulauan Belitung yang Terlukis Dalam Museum Geologi

Tapak Tilas Kepulauan Belitung yang Terlukis Dalam Museum Geologi
Ketika mengunjungi provinsi Belitung, seseorang tentu sebagian ada yang ingin mengetahui lebih dalam akan seluk beluk negeri Laskar Pelangi dahulunya. Salah satunya rasa ingin tahu untuk melihat benda-benda tradisional peninggalan pulau tersebut dari tempo dulu. Nah, salah satu solusi terbaik untuk menjawab semua keingintahuan itu adalah dengan mengunjungi sebuah museum yang terletak di Tanjung Pandan.

Sebut saja Museum Geologi atau yang lebih di kenal dengan Museum Tanjung Pandan. Pada lokasi tersebut, semua pengunjung akan di sajikan dengan berbagai peninggalan sejarah khususnya pada zaman kolonial Belanda. Museum ini menyimpan berbagai benda-benda yang berhubungan dengan Belitung. Diantaranya adalah fosil hewan yang telah mengalami pengawetan.

Museum Geologi

Museum yang terletak di Jalan Melati No. A41 Tanjung Pandan tersebut tidak luput dari kunjungan para wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ketika memasuki museum ini, pada halaman depan semua pengunjung akan di sambut dengan ikan arapaima dan buaya muara dengan ukuran yang cukup besar. Namun jangan khawatir, semua hewan tersebut dijamin tidak akan menerka anda karena telah di awetkan seperti yang sudah saya sebutkan.
Ikan arapaima ataupun buaya muara banyak di temukan pada semua sungai yang ada di Belitung. Sementara itu, ketika memasuki ruangan lebih dalam para pengunjung akan melihat berbagai koleksi senjata peninggalan Jepang dan Belanda. Senjata tersebut seperti samurai, pedang, senjata laras panjang dan beberapa lainnya. Samurai peninggalan zaman kolonial Jepang bertarikh tahun 1514 menjadi salah satu koleksi tertua di museum Geologi tersebut.

Baca Juga : paket wisata belitung termasuk tiket pesawat

Bukan hanya senjata kolonial, pada ruangan tersebut juga menyimpan beberapa peralatan yang di pergunakan masyarakat Belitung tempo dulu seperti setrika, pahar, tempat sirih. Sedangkan untuk benda-benda seperti perabot rumah tangga tetap terjaga disana seperti ceret, periuk tembaga dan juga gantang.

Salah satu hal unik lain yang perlu di kuak pada halaman ini adalah peninggalan seperti harta karun yang masih terpendam baik di perairan bawah laut Belitung. Peninggalan tersebut berupa gerabah dan keramik yang semuanya msih tersusun rapih di sebuah ruangan khusus. Terdapat maket peleburan timah yang bisa di lihat oleh para pengunjung semuanya. Maket-maket itu menggambarkan bahwa dulunya penambangan timah di Belitung sempat berjaya.

Museum Geologi, memang begitulah nama awalnya. Akan tetapi sekarang nama itu berganti menjadi Museum Tanjung Pandan yang didirikan oleh seorang ahli arkeolog kebangsaan Austria bernama Rudi Osberger sejak 2 Maret 1962. Hanya saja seiring perkembangan zaman dan makin melimpahnya koleksi museum menjadikan lokasi ini berubah nama Museum Tanjung Pandan.

Jam operasional Museum Tanjung Pandan setiap hari Senin – Minggu pada pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB. Tiket masuknya sangat terjangkau yakni hanya Rp. 2000.

  • Published On : 2 weeks ago on November 3, 2018
  • Author By :
  • Last Updated : November 3, 2018 @ 2:08 am
  • In The Categories Of : Wisata

Leave a Reply

';