Emereja.Com

Tips Ringan Bermanfaat

Naahh Seperti Inilah Cara Memandikan Jenazah Yang Benar,,

Memandikan mayat hukumnya adalah fardu kifayah atas muslim lain yang masih hidup. Artinya, kalau di pada mereka ada yang mengerjakanya, kewajiban itu udah terbayar dan gugur bagi muslimin selebihnya dikarenakan perintah memandikan mayat itu adalah kepada biasanya kaum muslim. Tetapi jika anda mengalami kesulitan untuk tempat pemandian jenazahnya maka kami siap membantu, anda segera kunjungi saja http://pemandianjenazah.net

Namun bagi muslim yang mati syahid tidaklah dimandikan walau ia di dalam suasana junub sekalipun, lalu dimakamkan bersama dengan darahnya tanpa dibasuh sedikit pun. Beliau menyuruh supaya para syuhada dari Perang Uhud dikuburkan bersama dengan darah mereka tanpa dimandikan dan disembahyangkan.

Syarat Wajib jenazah yang perlu dimandikan adalah sebagai berikut:

1. Mayat orang islam.

2. Ada tubuhnya, walau sedikit yang dapat dimandikan seperti korban ledakan bom yang hancur, senantiasa dimandikan walau tidak utuh seluruh jasadnya.

3. Mayat itu bukan mati syahid.

4. Buka bayi yang keguguran dan kecuali lahir di dalam suasana udah meninggal tidak dimandikan

 

Syarat bagi orang yang memandikan jenazah pada lain sebagai berikut:

1. Berniat memandikan jenazah.

2. Jujur dan saleh.

3. Terpercaya, amanah, sadar hukum memandikan mayat dan dapat menutupi aib si mayat.

 

Adapun orang yang miliki hak untuk memandikan jenazah di dalam islam pada lain sebagai berikut:

1.  Orang yang utama memandikan dan menghafani jenazah mayat laki-laki adalah orang yang diwasiatkanya, sesudah itu bapak, kakek, keluarga terdekat, muhrimnya, dan istrinya.

2. Orang utama yang memandikan mayat perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat dari pihak wanita dan juga suaminya.

3. Untuk mayat anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya dan sebaliknya untuk mayat anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya. Namun ada batasan bagi anak perempuan tidak boleh dimandikan oleh ayahnya di atas umur 6 tahun ada juga yang menyebutkan 10 tahun

Jika seorang perempuan meninggal, ditengah kaum laki-laki dan tidak miliki suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal ditengah kaum perempuan dan tidak membawa istri, mayat selanjutnya tidak dimandikan namun lumayan ditayamumkan oleh seorang dari mereka bersama dengan memakai lapis tangan.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang bermakna “Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal ditempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya, maka kedua mayat itu ditayamumkan, lalu dikuburkan dikarenakan kedudukanya serupa seperti tidak mendapat air.” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

 

Berikut beberapa langkah memandikan jenazah orang muslim yaitu sebagai berikut:

 

Menyiapkan seluruh peralatan untuk memandikan jenazah.

Peralatan yang dibutuhkan untuk memandikan jenazah pada lain sebagai berikut:

 

Tempat memandikan pada ruangan tertutup.

Air secukupnya.

Sabun, air kapur barus dan wangi-wangian.

Sarung tangan untuk memandikan.

Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.

Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

 

Ambil kain penutup dan gantikan busana yang melekat supaya aurat utamanya tidak kelihatan.

Mandikan jenazah pada daerah tertutup supaya tidak nampak auratnya oleh orang lain.

Pakailah sarung tangan dan membersihkan jenazah dari segala kotoran yang ada.

Pakai sarung tangan yang masih baru, lalu membersihkan seluruh badannya dan tekan perutnya perlahan-lahan bersama dengan tujun untuk mengeluarkan kotoran yang barangkali masih ada di di dalam perutnya

Tinggikan posisi kepala jenazah supaya air tidak mengalir kearah kepala dan masuk ke lubang hidung dan mulut..

Masukkan jari tangan yang udah dibalut bersama dengan kain basah ke mulut jenazah, gosok giginya dan membersihkan hidungnya, sesudah itu diwudhukan seperti wudhu biasa hendak shalat

Siramkan air ke bagian sebelah kanan dahulu, sesudah itu baru ke sebelah kiri tubuh jenazah.

Mandikan jenazah bersama dengan air sabun dan air mandinnya yang terakhir dicampur bersama dengan wangi-wangian. Atau dapat juga bersama dengan dilengkapi daun bidara.

Perlakukan jenazah bersama dengan lembut dan hati-hati dikala membalik dan menggosok bagian tubuhnya dikarenakan walau udah meninngal jasad masih dapat merasakan.

Memandikan jenazah satu kali kecuali dapat mencuci ke seluruh tubuhnya itulah yang wajib.

Disunahkan mengulanginya beberapa kali di dalam bilangan ganjil seperti 3 atau 5 kali pengulangan

Jika nampak dari jenazah itu najis sehabis dimandikan dan tentang badannya, kudu dibuang dan dimandikan lagi. Jika nampak najis sehabis diatas kafan tidak kudu diulangi mandinya, lumayan cuma bersama dengan mengikis najis tersebut.

Bagi jenazah wanita, sanggul rambutnya kudu di lepaskan dan dibiarkan menjulur ke belakang, sehabis disiram dan dibersihkan, lalu dikeringkan bersama dengan handuk dan dikepang kembali.

Keringkan tubuh jenazah sehabis dimandikan bersama dengan kain atau handuk supaya tidak membasahi kain kafannya.

Selesai dimandikan, sebelum saat dikafani berilah parfum yang tidak mempunyai kandungan alkohol, biasanya pakai kapur barus.

Tapi jika anda butuh bantuan kami untuk sarana mengantarkan jenazah ke kuburan yaitu keranda jenazah, anda bisa kunjungi saja http://pemandianjenazah.net/kain-penutup-keranda-jenazah

  • Published On : 2 months ago on February 8, 2019
  • Author By :
  • Last Updated : March 3, 2019 @ 6:00 am
  • In The Categories Of : Kesehatan

Leave a Reply

';