Emereja.Com

Tips Ringan Bermanfaat

Biologi Rayap yang Menarik

Hasil gambar untuk Siklus Rayap

Rayap merupakan Serangga sosial sejati (eusocial), terhitung dalam Family Isoptera yang artinya mempunyai 2 pakai sayap yang sama.
Rayap udah tersedia di bumi lebih berasal dari 100 juta tahun, dibandingkan bersama kecoa yang udah 250 juta tahun.

Secara taksonomik berkerabat dekat bersama kecoa. Spesies Mastotermes darwiniensis menempatkan telur dalam batch 16-24 dalam dua baris, protozoa dan bakteri dalam usus dan sayap belakang mirip bersama kecoa. Di alam ditemukan 2500 tipe rayap dan 200 tipe diantaranya berada di Indonesia.

Klasifikasi Rayap:
Secara Ekologis (tempat hidupnya) rayap dapat dibagi menjadi:
• Dampwood Termite: Menyerang kayu yang udah terserang jamur, kapang dsb. Contoh berasal dari group Holotermitidae dan Termopsidae.
• Drywood Termite: Tidak terkait pada kelembaban kayu yang diserangnya. Mampu bertahan pada persentase air < 10 %.
• Subterranean Termite: Berhubungan bersama tanah. Contoh berasal dari group Rhinotermitidae (Coptotermes) dan Termitidae (Macrotermes).

Gambar terkait

Siklus hidup
Rayap mempunyai siklus hidup/Metamorfosis tidak lengkap (incomplete metamorphosis) yakni berasal dari telur, jadi nymfa dan dewasa, tidak melewati fase Pupa (kepompong) dan pada serangga anak2 (NIMFA) bersama dewasa (imago) mempunyai bentuk yang hampir sama.
Dewasa bersayap (jantan & betina) meninggalkan sarang pada waktu spesifik (setiap th. waktu awal musim hujan).

KASTA
Dalam Kehidupan rayap dikenal bersama system kasta yakni pembagian kerja cocok kebutuhan, kasta tersebut terdiri dari, rayap pekerja, rayap prajurit dan rayap raja/ratu (reproduktif).

pekerja
 Tidak bersayap dan buta.
 Bekerja dan bekerja. Memelihara sarang, koloni dan anggotanya, grooming dan membersihkan kasta lain, tunneling dan mencari makan dsb.
 Disebut pseudoworker atau psedergates (nimfa) pada rayap tingkat rendah.
 Pekerja minor dan pekerja mayor pada tingkat tinggi.
 Rayap tingkat rendah mempunyai protozoa dalam ususnya.
 Protozoa bermanfaat memecah selulosa jadi gula yang siap dikonsumsi oleh kasta lain.
 Rayap Tingkat tinggi hanya mempunyai bakteri saja dalam ususnya.
• Terbagi dalam dua group :
– Pekerja sejati (true workers) dan pekerja fungsional (functional workers)
• True workers – steril
• Functional workers – jantan atau betina, dapat berubah (ganti kulit/molting) jadi prajurit maupun laron cocok keperluan koloni.
• Kasta terbesar dalam koloni.

Prajurit
 Fungsi pertahanan.
 Buta.
 Kepala lebih besar, mandibel lebih kuat, kelenjar lebih besar, warna gelap.
 Tidak dapat makan dan mencari makan.

Reproduktif
 Laron/alates/swarmers.
 Reproduktif primer.
 Perbedaan jantan dan betina pada abdomen segmen 7 yang membesar (betina) dan terdapatnya styles (jantan).
 Laron dihasilkan sesudah koloni capai ukuran tertentu. Coptotermes formosanus sesudah 8 th. (china).
 Sebelum terbang, pekerja buat persiapan pintu muncul dan terhitung ruang menunggu (lounge) dekat pintu muncul serta dijaga oleh prajurit.
 Curah hujan merupakan tidak benar satu pemicu.
 Jantan > betina.
 Betina membuahkan zat kimia yang menarik jantan.
 Kawin tidak segera berlangsung (setelah lebih dari satu hari/minggu).
 Laron = fotopositif, rayap = fotonegatif.

ratu
• Reproduktif utama – kegunaan utama : reproduksi.
• Ratu mengurus “anak” bersama raja sampai tugas diambil alih alih oleh pekerja.
• Berumur panjang dan dibuahi raja secara periodik.

raja
• Reproduktif utama.
• Mengurus “anak” bersama ratu pada awal pembentukan koloni.
• Berumur panjang dan membuahi ratu berasal dari waktu ke waktu.

Dalam tahap awal pertumbuhan awal koloni sepasang raja dan ratu dapat melakukan:
 Menggali tanah, kayu.
 Tidak makan, mengandalkan lemak dan protein berasal dari otot-otot sayap, kadang makan telur/anak pertama.
 Abdomen ratu membesar lebih dari satu kali.
 Coptotermes membuahkan telur 100/hari, sedangkan Macrotermes 30 – 40 ribu/hari (10 juta/th).
 Ratu dan raja tinggal di royal chamber dan dijaga pekerja 24 jam/hari.
 Ratu hidup sampai 20 tahun.

Fase reproduktif sekunder berlangsung apabila:
 Ratu benar-benar tua (kurang produktif), pembentukan koloni baru (migrasi atau isolasi).
 Brachypterous neotenic dan ergatoid/apterous neotenic (pekerja).
 Brachypterous lebih umum dijumpai.
 Neotenic berumur lebih pendek dan kapasitas mengolah lebih rendah.
 Pembentukan neotenic : Cryptotermes lebih dari satu hari, Mastotermes sebulan, Nasutitermes 6 minggu.

Dalam berkomunikasi, rayap kebanyakan mengfungsikan lebih dari satu langkah diantaranya: Feromon, Suara, Trophallaxis, dan Grooming.

Groming
 Komunikasi paling penting dan utama pada koloni rayap.
 Dengan mandible dan palpi sangat mungkin kontak sensorik dan kimia antar individu, tak sekedar membersihkan tanah, jamur, bakteri dan parasit.
 Pada rayap tingkat rendah, kanibalisme berlangsung waktu grooming khususnya pada situasi kurang pangan.
 Grooming di awali berasal dari antena dan tungkai.

Feromon
• Menghasilkan bahan penjejak (chemical trail) jangka pendek yang ditinggalkan oleh pekerja.
• Semakin banyak pekerja, tambah tinggi konsentrasi feromon penjejak.
• Dengan menurunnya sumber makanan, pekerja tidak kembali meninggalkan feromon penjejak.
• Rayap dapat mendeteksi dan ikuti feromon penjejak menuju makanan.
• Feromon penjejak pada Coptotermes dan Retikulitermes : (cis, cis-trans-3,6 8-dodecatrien-1-ol).
• Sex pheromone dikeluarkan ke udara oleh laron betina : N-tetradecyl proprionat (Reticulitermes flavipes).

Suara
• Suara dihasilkan oleh getaran yang menembus udara, air dan struktur solid.
• Prajurit membenturkan kepalanya pada struktur sebagai peringatan, dan membuahkan sura.
• Jutaan rayap dalam koloni jalankan secara sejalan sampai nada yang dihasilkan terdengar sampai lebih dari satu meter berasal dari sumber suara.

Tropalaksis
• Berbagi makanan lewat mulut ke mulut antar rayap.
• Setiap rayap dapat konsumsi sekresi yang lain.
• Sambil “grooming” rayap-rayap bertukar “gizi” lewat mulut maupun anus.
• Trophallaxis :stomodeal dan proctodeal.
• Enzim amylaze dan chitinase pada kelenjar ludah, cellulase pada usus tengah.
• Kandungan cellulase tinggi pada pekerja rayap yang menumbuhkan jamur.
• Protozoa mencerna selulosa bersama langkah fermentasi anaerobik yang membuahkan asetat, CO2, hidrogen dan metana.
• Rayap memerlukan nitrogen untuk pembentukkan asam amino.
• Sumber nitrogen : jamur, makanan (kayu) dan fiksasi lewat bakteri.
• Asam urat terhitung sumber nitrogen yang disimpan dalam lemak rayap disamping berasal dari rayap lain lewat kanibalisme.

Pengendalian
Untuk mengendalikan rayap dapat dipergunakan lebih dari satu metode seperti: pengendalian non kimia, pengendalian biologi dan pengendalian kimiawi.

Adakah cara lain yang mampu dikerjakan supaya rayap dalam rumah terlampau tuntas? Tentu jawabannya terlampau gampang yaitu bersama dengan rekomendasi jasa anti rayap. Selain telah berpengalaman, alat yang digunakan juga tergolong lengkap. Nah di sini petro.co.id mempunyai peranan,  Maka rayap dirumah anda dijamin tuntas.

Jasa Anti Rayap di Jakarta

  • Published On : 2 months ago on October 27, 2018
  • Author By :
  • Last Updated : November 16, 2018 @ 4:05 am
  • In The Categories Of : Uncategorized

Leave a Reply

';