Emereja.Com

Tips Ringan Bermanfaat

Akhiri Rasa Gatal Akibat Kandidiasis Vaginalis Dengan Cara Ini

Tapi, tidak perlu khawatir berlebih. Kandidiasis vaginalis umumnya bukan penyakit yang serius dan mungkin hanya membutuhkan pengobatan yang sederhana. Meski demikian, kondisi ini tetap tak boleh disepelekan.Untuk menangani masalah gatal di vagina gunakan majakanza bpom.

akhiri rasa gatal akibat kandidiasis vaginalis dengan cara ini - alodokter

Termasuk Infeksi Jamur

Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida. Jamur ini bisa tinggal di berbagai tempat di tubuh seperti mulut, tenggorokan, usus, lipatan kulit serta vagina, dan biasanya tidak berbahaya walau terasa cukup mengganggu.

Pada vagina, jamur ini biasanya hidup dalam jumlah yang cukup kecil. Namun, pada kondisi tertentu jamur bisa tumbuh dengan subur, dan jika jumlahnya terlalu banyak, akan terjadi infeksi kandidiasis vaginalis.

Terkait peningkatan jumlah jamur candida di vagina, penyebabnya terbilang beragam. Bisa saja, jumlah jamur candida di vagina meningkat karena pengaruh konsumsi obat antibiotik tertentu untuk mengobati infeksi lain yang diderita.

Nah, obat antibiotik tersebut bisa saja mengubah keseimbangan jumlah kuman lainnya termasuk bakteri baik di vagina, sehingga jumlah jamur candida menjadi lebih banyak dan infeksi jamur di vagina terjadi. Penyebab lain yang juga dapat memicu jumlah jamur mengalami peningkatan di antaranya karena sedang mengandung atau hamil, memiliki berat badan berlebih, dan menderita penyakit diabetes.

Mengobati Kandidiasis Vaginalis

Selain rasa gatal, gejala kandidiasis vaginalis dapat ditandai dengan rasa sakit, pembengkakan atau kemerahan pada vagina. Ada pula gejala yang mungkin dirasakan seperti nyeri atau perih saat buang air kecil dan saat sedang berhubungan seksual dengan pasangan.

Obat untuk infeksi jamur bisa berupa salep, krim, obat yang dimasukkan ke dalam vagina atau obat yang diminum. Sebagian obat tergolong obat bebas yang mudah didapatkan, namun sebaiknya tetaplah berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Sebelum memberikan obat, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan terkait kemungkinan infeksi vagina atau infeksi menular seksual yang pernah diderita sebelumnya. Pemeriksaan panggul dan cairan yang keluar dari vagina juga mungkin dilakukan untuk mengetahui jamur yang menjadi penyebab infeksi.

Adapun usai pemeriksaan tersebut dilakukan, dokter akan memberi obat dengan mempertimbangkan tingkat keparahan infeksi dan riwayat infeksi sebelumnya. Jika kandidiasis vaginalis tergolong ringan dan belum pernah mengalami infeksi vagina sebelumnya, biasanya dokter akan memberi obat antijamur seperti miconazole, clotrimazole atau fluconazole. Baik dosis maupun sediaan obat yang diminum maupun dimasukkan ke dalam vagina, akan disesuaikan oleh dokter dengan kondisi infeksi jamur yang dialami.

Mengatasi dan Mencegah Gatal Akibat Kandidiasis Vaginalis

Selain menjalani pengobatan, untuk mengatasi dan mencegah gatal pada vagina akibat penyakit kandidiasis vaginalis, sebaiknya mulai menjaga kebersihan organ intim dengan baik:

  • Menghindari penggunaan rok atau celana yang terlalu tebal dan ketat, karena sekitar area kelamin dapat menjadi terlalu lembap, dan meningkatkan risiko iritasi.
  • Menghindari celana dalam berbahan sintetis seperti nilon karena sulit menyerap keringat. Gunakan bahan alami seperti katun, selain lebih nyaman, juga memiliki daya serap yang lebih baik.
  • Segera ganti pakaian yang basah atau lembap karena berenang, berolahraga, atau berkeringat.
  • Berhati-hati dalam menggunakan cairan pembersih vagina (vaginal douche), karena bila terlalu sering digunakan, justru dapat menghilangkan bakteri baik yang melindungi vagina.
  • Menggunakan air bersih untuk membersihkan vagina. Hindari penggunaan sabun dengan bahan pewangi dan antiseptik kuat.
  • Basuh vagina dari arah depan ke belakang, untuk menghindari penyebaran kotoran dan kuman dari anus ke dalam vagina. Bila ingin menggunakan sabun, sebaiknya gunakan sabun dengan formulasi ringan tanpa pewangi, dan cukup gunakan pada bagian luar organ intim.
  • Hindari hubungan seks berisiko. Gunakan kondom dan jangan berganti-ganti pasangan seksual.
  • Saat menggunakan pembalut atau panty liners, ganti secara rutin 4-6 jam sekali. Atau, bila terasa sudah penuh atau terlalu lembap, agar tetap higienis dan penyerapan optimal.
  • Bila gatal terasa mengganggu, basuh area sekitar vagina dengan air bersih, keringkan, dan jangan digaruk. Menggaruk area yang terasa gatal dapat menambah iritasi, dan berisiko menimbulkan luka.

Pastikan Anda mengonsumsi pengobatan kandidiasis vaginalis dan melakukan perawatan vagina sesuai petunjuk yang diberikan dokter atau berdasarkan petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Hindari hubungan seksual untuk sementara, hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Jika infeksi kandidiasis vaginalis tak kunjung sembuh selama dua minggu, konsultasi kembali kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

';