Emereja.Com

Tips Ringan Bermanfaat

7 Tips Memasang Pompa Air

Air bersih memang menjadi kebutuhan yang paling vital dalam rumah tangga bahkan melebihi kebutuhan terhadap listrik. Misalnya saja di daerah yang terkena bencana alam, yang man jaringan PDAM dan listrik terputus, tentu yang akan lebih dipusingkan ialah kebutuhan air ketimbang listrik. Maka dari itu, keberadaan pompa air.

pompa air

Air memang merupakan kebutuhan utama rumah tangga. Air berperan sebagai kebutuhan vital seperti minum, masak, cuci, mandi maupun keperluan lain seperti cuci kendaraan, menyiram tanaman dan sebagainya. Bagi Anda yang ingin memasang pompa di rumah, ada baiknya Anda simak tips di bawah ini.

 

Tips Memasang Pompa Air

  1. Jika tegangan listrik di daerah Anda kurang stabil, maka gunakanlah stabilizer tegangan listrik untuk menghidupkan mesin pompa.
  2. Letakkan pompa dekat dengan sumber air, dengan upaya memperkecil jarak pipa hisap (suction) ini akan menambah daya semburan pipa dorong (discharge). Apabila hal ini tidak dapat dilakukan karena pertimbangan ruangan, jarak maksimal pipa dari sumur pompa dapat dibatasi sesuai tinggi hisapnya (suction lift).
  3. Penempatan pompa musti terlindung dari panas, hujan dan juga genangan air. Pilih tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
  4. Letakkan di tempat yang mudah untuk diperiksa bila sewaktu-waktu terjadi masalah. Tatakan pompa harusah kuat untuk meminimalisasi kemiringan setelah beberapa tahun dipakai.
  5. Minimalkan jumlah tikungan dalam sambungan pipa. Hal ini untuk mencegah adanya kebocoran dalam instalasi pipa. Sekaligus mengurangi hambatan tenaga.
  6. Pasang klem-klem pipa dengan baik guna mencegah adanya tekanan berlebihan pada mesin.
  7. Pasanglah pipa dari pompa air secara vertikal ke dalam sumur dengan jarak ujung pipa ke dasar sumur minimal 30 cm, dan ujung pipa terendam di dalam air.

Pompa otomatis yang dipasang berfungsi untuk menyalurkan air ke toran dengan sumber air dari sumur atau bak penampung di bawah. Jarak vertikal tidak boleh lebih dari tekanan on pada pressure switch (alat pada tangki pompa yang bekerja secara otomatis mesin ketika keran ditutup).

Jangan sampai ada kebocoran pada instalasi pipa, baik pipa hisap ataupun pipa distribusi (dorong). Oleh sebab itu pemasangan, penyambungan, dan pengeleman pipa haruslah dilakukan secara benar. Terlebih untuk pipa hisap, sebab ini mengakibatkan debit air bercampur udara, sehingga Anda harus ‘memancing’ air setiap kali menghidupkan pompa atau bahkan air tidak mengalir sama sekali.

Sedangkan untuk pipa dorong, memiliki resiko paling jelek terjadinya kelembaban pada dinding atau ruangan tetapi air tetap jalan.

  1. Pipa hisap haruslah dipasang secara horizontal mendaki menuju ke pompa guna mencegah udara terperangkap. Keadaan tersebut akan mengurangi debit air yang keluar.
  2. Lebih baik pasang kawat arde ke dalam tanah untuk menghindari kecelakaan akibat sengatan listrik.
  • Published On : 2 weeks ago on September 10, 2018
  • Author By :
  • Last Updated : September 10, 2018 @ 4:16 am
  • In The Categories Of : Rumah

Leave a Reply

';